OTT Marianus Sae, Momentum KPK Berantas Korupsi di NTT

www.beritasatu.com

OTT Marianus Sae, Momentum KPK Berantas Korupsi di NTT

Peneliti Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Arman Suparman mengapresiasi langkah KPK yang telah menangkap Bupati Ngada Marianus Sae, salah satu bakal calon Gubernur NTT. Menurut Arman, ini merupakan kesempatan dan momentum bagi KPK fokus memperhatikan pemberantasan korupsi di NTT.

"Selama ini, NTT selalu dinilai berada di zona rawan korupsi, tapi baru kali KPK menjaring pejabat dalam sebuah OTT. Kita harus apresiasi sekaligus meminta KPK terus fokus ke NTT," ujar Arman di Jakarta, Senin (12/2).

Arman menilai praktik korupsi di NTT merupakan wajah kejahatan yang sempurna. Pasalnya, selama ini, NTT identik dengan kemiskinan, human trafficking, dan pekerja ilegal di luar negeri dan di tengah situasi tersebut para pejabat masih berani dan tanpa malu melakukan korupsi.

"Jadi, di tengah situasi tersebut, para pejabat masih berani-beraninya mencuri uang rakyat, sebuah tindakan yang merampas hak hidup masyarakat yang notabene masih berjuang untuk keluar dari lingkaran kemiskinan," tandas dia.

Menurut dia, kasus OTT MS kiranya menjadi awal positif bagi pemberantasan korupsi di NTT. Dia menilai, selama ini, publik NTT gerah dengan dugaan-dugaan kasus korupsi yang melibatkan pejabat baik di kabupaten/kota maupun di provinsi, tetapi prosesnya berhenti di tengah jalan.

"Dari dulu masyarakat NTT merindukan KPK hadir di sana. Karena itu, saya mengharapkan KPK memberikan perhatian khusus kepada seluruh kabupaten/kota di NTT," pungkas putra asal Manggarai, NTT ini.

Senada dengan itu, Peneliti Formappi Lucius Karus mengatakan bahwa korupsi di NTT sudah pada tahapan yang akut. Menurut Lucius, sebenarnya tidak mudah bagi KPK atau aparat penegak hukum menjerat para pejabat NTT yang diduga melakukan korupsi.

“Sebenarnya kasus korupsi di NTT tidak hanya di Ngada. Patut diduga dihampir semua daerah di NTT terdapat praktek yang sama. Karena itu, sudah saat KPK jerat semua kepala daerah atau pejabat yang terindikasi korupsi," imbuh Lucius.

Lucius menilai pengungkapan persoalan korupsi di NTT sedikit terkendala karena aparat penegak hukumnya kadang menjadi bagian dari lingkaran korupsi. Ditambah lagi, kata dia, kontrol publik yang minim.

"Nah, ini momentumnya, semua pihak terlibat aktif mengawasi dan memantau titik krusial yang rawan korupsi, seperti perizinan, kongkalingkong antara eksekutif dan legislatif atas sebuah proyek, pembangunan infrastruktur agar uang rakyat tidak dicuri oleh oknum-oknum yang rakus uang, yang akhirnya mengakibatkan kemiskinan di NTT," pungkas dia.

 

--- (Sumber: http://www.beritasatu.com/nasional/478071-ott-marianus-sae-momentum-kpk-berantas-korupsi-di-ntt.html, Tanggal 12 Februari 2018) ---


Dibaca 284 kali