top

KPPOD
Gd. Permata Kuningan Lt.10,
Jl. Kuningan Mulia, Kav. 9C,
Guntur, Setiabudi,
Jakarta Selatan, 12980.
Telp.: (62-21) 8378 0642/53
Fax.: (62-21) 8378 0643
Email: kppod@kppod.org







PROFIL

kppod-profile

PUBLIKASI KPPOD

kppod-publikasi

paket-kebijakan

kppod-brief


VIDEO GRAFIS

KPPOD dalam Berita

Visi Bisnis Jadi Kunci

Kemajuan perekonomian sangat bergantung pada daerah dan kompetensi pemimpinnya sehingga pemilihan serem­pak 101 kepala daerah tahun ini menjadi momentum untuk menjawab tantangan pembangunan.

Robert Endi Jaweng, Di­rektur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksa­naan Otonomi Daerah (KPPOD), menilai hal yang paling dibutuhkan pengusaha untuk menarik investasi adalah kepastian iklim usaha.

Oleh karena itu, visi bisnis kepala dae­rah dan penempatan para profesional atau pembantunya yang duduk di dalam kursi pemerintahan sangat diperlukan. “Tanpa itu, pelaku usaha hanya akan dianggap sapi perah penguasa [kepala daerah].”

Pada umumnya, orientasi kepala daerah cenderung meraup PAD sebanyak-banyaknya, tetapi hal ini bisa merusak pondasi per­ekonomian bagi pertumbuhan berkualitas yang berbasis investasi swasta.

Pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019, misal­nya, kontribusi APBD dalam pendanaan infrastruktur mencapai Rp 545 triliun atau 11,37% dari total kebutuhan sebe­sar Rp 4.796,2 triliun. Tanpa kontribusi daerah, pembangunan infrastruktur yang digadang-gadang pemerintah pun bakal pincang.

Paket kebijakan jilid I hingga XIV, pe­merintah pusat pun, sangat bergantung pada deregulasi berbagai peraturan di daerah, khususnya di bidang inves­tasi. Alih-alih meningkatkan daya saing dan pertumbuhan ekonomi, egoisme kedaerahan hanya akan menjadi duri bagi proses pemerataan pembangunan.

Pemimpin di daerah pun dituntut un­tuk kreatif dalam menciptakan titik-titik ekonomi kreatif yang dapat menjadi sumbu bagi percepatan pembangunan ekonomi pada saat perekonomian global tidak lagi dapat diharapkan banyak.

Oleh karena itu, pembangunan ekonomi daerah berharap banyak pada kemampuan pemimpinnya. Siapa pun orangnya, kemahiran mengelola sumber-sumber ekonomi dan meng­undang investasi, serta memahami kerangka kebijakan nasional menjadi kunci utama keberhasilan.

“Pembangunan di banyak daerah masih bergantung pada integritas, kompetensi, dan kapabilitas pemimpin daerahnya. Sebaliknya, ketertinggalan suatu daerah juga bergantung pada faktor pemimpinnya,” ujar M. Faisal, Direktur Penelitian Center of Reform on Economics Indonesia, Senin (13/2).

Eric Sugandi, Kepala Ekonom SIGC (SKHA Institute for Global Competitiveness) pun berharap agar pemimpin daerah dapat memberi akses yang lebih luas bagi masyarakat dalam mencari dan menciptakan la­pangan kerja.

Akses kemudahan bagi usaha mikro, ke­cil, dan menengah juga ditekankan oleh Dewi Hutabarat, Wakil Ketua Komisi Tetap Ekonomi Kerakyatan dan Koperasi Kadin Indonesia.

Menurutnya, siapapun yang terpilih sebagai pemimpin daerah dalam pilkada kali ini harus duduk bersama dengan para pemangku kepentingan untuk melahirkan strategi jitu agar usaha mikro dan kecil bisa dijejaringkan menjadi kekuatan ekonomi alternatif.

Ekonom PT Bank Central Asia Tbk. David E. Sumual mengatakan, pelaku usaha lebih peduli dengan arah kebijakan yang akan diambil oleh setiap kepala daerah dalam 100 hari ke depan, termasuk kebijakan terkait dengan investasi, ketimbang soal siapa yang kelak menjadi pemimpin.

tked-2016-kppod

 

--- (Sumber Bisnis Indonesia – Selasa, 14 Februari 2017) ---

KPPOD Calendar

July 2017
M T W T F S S
26 27 28 29 30 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 3 4 5 6

Visitors Traffic

Today0
Yesterday0
This week0
This month1773
Total646279

Visitor IP : 54.224.30.39 Browser & OS: Unknown - Unknown Jumat, 21 Juli 2017

Who Is Online

Guests : 47 guests online

Facebook


bottom

Copyright © 2001-2015 by KPPOD. All Rights Reserved
Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah